Perusahaan senantiasa mengadakan kegiatan pelatihan paling tidak setahun sekali untuk karyawan mereka, jenis pelatihan yang dilakukan sendiri juga beragam, menyesuaikan dengan kebutuhan dari karyawan sendiri. Pada dasarnya sebelum menentukan jenis pelatihan yang dipilih maka akan dilakukan kegiatan training need assessment terlebih dahulu. TNA ini sendiri pada dasarnya merupakan suatu langkah penting yang akan dilakukan sebelum kegiatan pelatihan.
Biasanya perusahaan sendiri tidak perlu repot-repot di dalam memikirkan hal tersebut, karena TNA ini dapat dipercayakan kepada lembaga yang menerbitkan pelatihan itu sendiri, yaitu dengan melakukan serangkaian analisis untuk mengetahui informasi secara menyeluruh terkait dengan SDM atau karyawan yang akan melakukan pelatihan tersebut. Informasi ini yang nantinya akan dijadikan sebagai dasar atau acuan setidaknya jenis pelatihan apakah yang paling cocok untuk mereka.
Pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh perusahaan ini sendiri pada dasarnya ada banyak macamnya, mulai dari business strategy, leadership, negotiation skills serta masih banyak lagi diantaranya. Analisis kebutuhan pelatihan atau training need assessment ini juga tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan hanya oleh orang yang sudah kompeten di bidangnya saja. Ada berbagai dampak atau resiko yang bisa saja terjadi jika seandainya tidak melakukan TNA ini sebelum memilih jenis pelatihan, diantaranya adalah:
- Ilmu yang diterima tidak akan efektif, fungsi dari analisis kebutuhan pelatihan ini adalah untuk mengumpulkan informasi terkait dengan SDM tersebut, apa saja skill yang dimiliki, pengetahuan serta feeling pekerjaannya. Jika informasi semacam ini tidak diketahui, pada akhirnya ilmu yang diberikan selama pelatihan juga tidak akan efektif, karena memang tidak sesuai dengan kebutuhan.
- Kesenjangan hasil yang diterima antara satu karyawan dengan karyawan yang lainnya, setiap orang punya latar belakang skill sampai dengan pengetahuan yang berbeda-beda. Jika pelatihan kemudian disamakan, pada akhirnya hanya akan memicu kesenjangan hasil dimana yang satu bisa mendapatkan hasil secara efektif sementara yang lainnya tidak demikian.
- Pemilihan pelatihan yang sesuai, dampak yang paling terasa adalah pada saat pemilihan pelatihan untuk karyawan tersebut, karena HR sendiri tidak mendapatkan atau mengetahui informasi secara menyeluruh mengenai mereka, pada akibatnya pelatihan yang dipilihkan untuk diikuti olah karyawan juga kurang tepat atau tidak sesuai.
- Pemborosan, dampak yang cukup terasa sudah pasti adalah dari segi biaya, karena sudah memilih pelatihan untuk karyawan dengan biaya yang pastinya tidak sedikit, mengingat jumlah SDM yang juga mengikuti pelatihan tersebut banyak, jadi uang yang Anda keluarkan untuk karyawan sama halnya dengan pemborosan, karena bahkan ilmu yang didapatkan juga kurang efektif.
- Buang-buang waktu serta tenaga, dampak yang lainnya sudah pasti karena harus mengikuti pelatihan yang kurang sesuai dengan kebutuhan masing-masing SDM, maka sama artinya dengan Anda membuang-buang waktu serta tenaga, bahkan bukan hanya untuk pihak penyelenggaraannya saja, melainkan juga bagi karyawan.
Jadi memang dalam tahapan melakukan pelatihan, penting sebelumnya dilakukan training need assessment ini, tak masalah keluar biaya sedikit lebih mahal namun hasil yang diterima juga lebih efektif, dibandingkan hanya buang-buang untuk hasil yang sama sekali tidak ada. Diantara lembaga pelatihan yang ada di Indonesia yang juga punya paket pelatihan serta assessment ini yaitu dari Prasmul-ELI. Sudah berpengalaman lebih dari 30 tahun di bidang ini, kualitas dari pelatihannya tak perlu diragukan lagi, karena ditangani langsung tenaga-tenaga yang berpengalaman serta kredibel.