Media Digital Negeri XYZ menjembatani Budaya Bangsa sendiri

Budaya bangsa Indonesia hari ini sudah tak terlihat pada jati diri para anak mudanya, itu tak lepas akibat dampak hadirnya media digital yang berkembang pesat, tak terbendung. Wajar saja hari ini banyak kita temukan banyak sekali sebagian dari kita lebih mencintai bahkan menerapkan budaya asing dengan bangganya. Kalau jadi Hindu jangan jadi orang India, kalau jadi orang Islam jangan jadi orang Arab, kalau Kristen jangan jadi orang Yahudi, tetaplah jadi orang Nusantara dengan adat-budaya Nusantara yang kaya raya ini, begitulah kata Bung Karno.

Mungkin kalimat itu seperti guyon, tapi faktanya hari ini, itu semua terjadi. Westerniasi yang menyerbu dan merabat di kalangan anak muda pun sudah terjadi, tak banyak generasi anak muda Indonesia yang lebih bangga terhadap budaya luar dan bahkan dampaknya banyak yang merasa malu untuk mempraktekan budaya Nusantara dalam kehidupan sehari-hari.

Apalagi budaya Korea yang semakin hari semakin jadi, saya bukannya anti dengan budaya luar, hal lumrah kita melakukan dan menyukai itu. Tapi, apakah kita harus menyembah dan eluh eluhkan budaya mereka? Harusnya jawabannya adalah tidak. Karena banyak orang Barat yang juga sangat menyukai budaya Indonesia, makanan, film, lagu, bahkan orang-orang Indonesia.

Seperti yang kita tahu, media digital tak bisa kita bendung. Bagaimana pun caranya, akan terasa sulit bagi orangtua untuk membatasi anaknya dalam menggunakan gadget. Sungguh hal yang lumrah terjadi apabila semakin dibatasi dan dilarang, maka anak akan semakin penasaran dan melakukan apa yang dilarang oleh orangtuanya.

Perubahan yang terjadi dalam hubungan sosial (social reletionships) atau sebagai transformasi terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial dan segala bentuk transisi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan yang terdapat pada masyarakat, yang merajai nilai-nilai, sikap serta pola laku pada khalayak.

Media Sosial Negeri XYZ dibuat dan dirancang khusus untuk menjembatani semua insan dalam memberikan informasi dan memberi kebebasan berpendapat dalam bentuk tulisan yang dapat ditulis dalam layanan negeri xyz.

Negeri xyz sebagai sarana MEDIA DIGITAL yang berusaha akan meningkatkan partisipasi masyarakat untuk berbagi informasi terkini yang terupdate dan dialami oleh masing masing penghuni negeri XYZ.

Transisi sosial yang positifnya seperti kemudahan dalam mendapatkan serta menyebarkan informasi, meraup keuntungan secara ekomoni dan juga sosial. Jika transisi sosial yang negatif semisal, hadirnya sekelompok oknum yang menjual nama agama, suku, dan juga perilaku yang terkadang cenderung penyimpangan norma yang sudah ada. Dalam buku Jejaring Sosial Dan Dampak Bagi Penggunanya, fenomena sosial media yang terjadi saat ini mereka rela membuang waktunya hanya untuk bermain game online dan internet.

DI negeri XYZ tidak Ada game atau sejenisnya, di Sana hanya ada berbagai rangkaian kata yang ditulis oleh para penghuni negeri xyz sendiri, disini setiap orang yang menulis atau berkomentar akan dibayar dengan rupiah, yang dapat dijadikan media penghasil otomatis bagi warga negeri xyz tentunya tetap saling jaga etika Dan budaya.

Kalau kita berbicara budaya, bukan hanya sesuatu yang kuno dan tradisional. Budaya adalah sesuatu yang organik. Setiap lagu baru, pakaian jenis baru, film baru, cerita yang baru, semua itu adalah hasil dari budaya maupun budaya yang sudah teralkuturasi. Budaya itu hidup dan terus berkembang.

Kebudayaan Indonesia terbentang dari Sabang sampai Marauke. Memiliki puluhan warisan kebudayaan yang kaya akan seni. Bahkan negara lain kagum dan ingin mengklaim budaya Indonesia sebagai budaya mereka. Tentunya itu menjadi hal yang baik bagi bangsa kita, tapi satu sisi itu bisa jadi alarm bagi kita untuk terus melestarikan dan merawat budaya kita sendiri.