Cara Ternak Kambing Untuk Pemula

Prospek Ternak Kambing di Masa Sekarang

Kambing adalah salah satu hewan yang mudah ditemui. Sayangnya, aroma hewan satu ini tidaklah sedap. Di sisi lain, permintaan terhadap kambing ini tidak pernah sepi, terutama di hari-hari tertentu, seperti Hari Raya Idul Adha. Tidak heran jika prospek ternak kambing bisa menjadi salah satu ladang basah untuk Anda.

Berikut beberapa keuntungan yang bisa Anda peroleh dari usaha ini, diantaranya:

1. Waktu Panen yang Relatif Singkat

Kunci dari beternak kambing adalah telaten, dikarenakan cara merawatnya susah-susah gampang. Bisnis ini akan mudah jika dilaksanakan di pedesaan. Dengan masa panen setahun dengan lima indukan (2 jantan dan 3 betina) Anda bisa memanen hingga 25 ekor.

 

2. Bercita Rasa Khas dan Padat Gizi

Di tengah menjamurnya usaha food and beverage, permintaan akan kambing terus melonjak. Sate, gulai, rendang, adalah segelintir makanan favorit yang berbahan dasar kambing. Dengan kadar protein, lemak, dan kalori, daging kambing yang disantap sesuai aturan benar-benar baik untuk tubuh.

Selain daging, susu domba bisa menjadi alternatif dikarenakan kaya akan protein, lemak, kalsium, vitamin A, dan B kompleks yang nyaris setara dengan ASI. Anda bisa memilih kambing etawa jika tertarik berbisnis susu.

3. Mudah Dipasarkan dan Tidak Membutuhkan Modal Banyak

Kambing adalah komoditas yang mudah untuk diperjualbelikan. Pembeli tak segan mendatangi peternakan Anda untuk memilih sendiri. Tidak perlu modal besar untuk memulainya. Dengan 4 sampai 5 ekor, Anda bisa memperoleh hasil yang sesuai asalkan dirawat dengan baik.

Pola perkembangbiakannya juga relatif cepat, sehingga bisa menjadi pertimbangan untuk berinvestasi di usaha ini. Kambing mempunyai daya jual sepanjang tahun serta membuahkan beberapa anak yang mudah beradaptasi.

 

Memilih Kambing yang Cocok

Berikut jenis kambing yang biasa dijadikan komoditas ternak, antara lain:

1. Etawa

Kambing ini mempunyai perawakan yang besar. Tinggi kambing jantan mencapai 90 cm hingga 127 cm, sedangkan kambing betina mencapai 92 cm. Bobotnya mencapai 91 kg untuk pejantan dan 63 kg untuk betina.

Kambing Etawa kerap dijadikan sebagai penghasil susu. Rata-rata, seekor kambing bisa menghasilkan hingga 3 liter susu per hari.

 

2. Domba

Di Indonesia, domba kalah populer dengan kambing. Padahal, gizi domba jauh lebih banyak dikarenakan lebih kaya iron, vitamin B1, fosfor, dan lainnya. Domba lebih sering digunakan sebagai makanan diet dikarenakan masih kaya nutrisi meski tanpa lemak.

Dilihat dari pemanfaatannya, pengolahan anggota tubuh domba lebih maksimal. Sebab, bulu dan kulitnya bisa diproses menjadi benda yang punya nilai jual.

 

3. Jawa

Kambing jenis ini mendominasi pasar harga murah. Para peternak kerap memulai bisnis mereka dengan Kambing Jawa. Setelah cara pertama dirasa sukses, mereka mulai beternak jenis lainnya.

 

4. Domba Garut

Domba Garut kerap diasosiasikan sebagai domba premium. Domba ini kerap diikutkan kontes. Perawatan domba ini relatif sama denganjenis domba lain. Hanya saja, domba ini perlu beberapa perawatan agar tetap cantik. Domba Garut betina bisa memiliki bobot mencapai 30-50 kg dan 60-80 kg untuk pejantan.

 

Kiat Sukses Bisnis Ternak kambing

Berikut ini beberapa langkah yang bisa Anda lakukan agar sukses berbisnis kambing, antara lain:

1. Perencanaan yang Matang

Sebelum berbisnis, Anda harus mempunyai konsep yang jelas dari usaha Anda nanti. Termasuk memperhitungkan tempat, anggaran, serta teknik promosi untuk memperluas pasar.

Estimasi modal awal untuk ternak kambing yaitu:

  • Anak kambing @Rp 600.000 x 5 = Rp 3.000.000
  • Kandang = Rp 1.000.000
  • Pakan hijau @Rp 60.000 x 5 per bulan = Rp 300.000
  • Pakan konsentrat @Rp 150.000 x 5 per bulan = Rp 750.000
  • Lain-lain = Rp 1.000.000
  • Jumlah = Rp 6.050.000

 

2. Kandang Ternak Kambing yang Nyaman

Kandang kambing bisa dibuat dengan sederhana, karena kambing bisa dibiarkan bebas cara digembala. Desain kandang dibuat panggung kolong setinggi 1 meter yang diberi terpal sehingga kotoran tidak mencemari tanah.

Usahakan terpal tersebut mudah dibersihkan atau tersambung dengan pembuangan kotoran. Pertimbangkan pula luas kandang dengan kuantitas kambing di dalamnya. Idealnya, jarak kandang dan perumahan minimal 10 meter sehingga tidak mengganggu.

 

3. Pembibitan Kambing

Ciri-ciri kambing yang bisa dijadikan bibit yakni:

  • Berumur 8 sampai 12 bulan.
  • Memiliki bulu bersih mengkilap.
  • Garis pinggang dan punggung lurus.
  • Tidak cacat, tidak buta, serta mempunyai hidung dan anus yang bersih.

 

4. Pakan Ternak Kambing Berkualitas

Jenis makanan sangat berpengaruh terhadap kualitas panen nantinya. Umumnya, makanan kambing adalah rumput dan daun-daunan yang sudah dijemur 2-3 jam. Untuk memaksimalkan tumbuh kembang kambing, diperlukan makanan konsentrat seperti bekatul, ampas tahu, atau singkong cacah yang sesuai untuk sistem penggemukan karena kaya gizi.

Pemberian dua jenis makanan ini harus dilaksanakan dengan sebanding karena pencernaan kambing berfungsi lebih baik untuk tanaman. Beri 2x makan, pukul 08.00 pagi dan pukul 15.00 sore. Untuk meningkatkan kualitas, suntikan juga vitamin.