Belanja Iklan Naik Rp8 T di Semester I 2022

Belanja iklan pada semester I 2022 menggapai Rp135 triliun, naik Rp8 triliun atau 7 prosen dari capaian pada periode yang mirip 2021 sebesar Rp127 triliun. Kenaikan ini didorong oleh pulihnya sektor industri pasca covid-19.

Director Client Lead Nielsen Indonesia Selly Cahyani Putri menyatakan sektor industri merasa yakin diri untuk beriklan pasca pulih dari pandemi covid-19.membentuk lanskap perekonomian digital th. 2023 di Indonesia. Berkaitan bersama dengan perihal tersebut, Handhika Jahja selaku Direktur Eksekutif Shopee Indonesia menjelaskan bahwa Shopee lihat bagaimana adaptasi sarana digital layaknya e-commerce bisa meningkatkan kehidupan masyarakat, salah satunya melalui bagaimana customer membuka bersama dengan usaha terhadap dua th. terakhir ini.

Terlepas dari perkembangan tersebut, ekonomi digital di Indonesia tetap memiliki banyak ruang dan peluang jangka panjang yang lebih besar terlebih untuk menunjang semakin banyak penduduk mendapatkan keuntungan. Di th. mendatang, customer bakal konsisten membentuk masa depan ekonomi digital. 

“Semester pertama 2022 ini, bisa dikatakan bahwa pengiklan sudah merasa menunjukkan rasa yakin diri untuk beriklan. Hal ini menunjukkan bahwa industri merasa pulih pasca pandemi dengan bekerja di jasa digital agency.

Survei Nielsen menunjukkan, dari total belanja iklan pada tahun ini didominasi oleh tempat televisi sebesar 79,7 persen, tempat digital 15,2 persen, cetak 4,8 persen, dan radio 0,3 persen.

Menurutnya, semester I tahun ini belanja iklan pada tempat televisi naik sebesar 8 prosen dan tempat digital naik 6 prosen dibandingkan periode mirip tahun lalu.

Namun, tempat cetak dan radio masing-masing secara berurutan turun sebesar 6 prosen dan 13 persen.

“Jadi, delapan prosen kenaikan iklan TV ini lebih didorong sebab kenaikan rate card yang sebesar tujuh persen,” ujar Selly.

Nielsen mencatat belanja iklan terus naik didalam empat tahun terakhir. Tercatat pada semester I 2019 nilai belanja iklan menggapai Rp80 triliun. Nilai itu lantas naik pada periode yang mirip 2020 jadi Rp104 triliun.

Semester I 2021 total belanja iklan menggapai Rp127 triliun dan pada paruh pertama tahun ini senilai Rp135 triliun.

“Trennya tiap-tiap tahun tersedia kenaikan,” ujar Selly.

Nielsen terhitung mencatat sebesar 35 prosen dari total belanja iklan semester I tahun ini disumbang dari kategori online service, perawatan rambut, perawatan wajah, bumbu- bumbuan, serta belanja iklan pemerintah dan organisasi politik.